Eri Vianty and Her Casual Red Batik

Location : Eco-Edu, University of Riau, Pekanbaru City, Indonesia
Special Guest :Eri Vianty
Outfit : Eri's Collection
Photografer : Armalaa
 Creative : ETIKA & ESTETIKA photo Concept
Ideas: be different in perfect who you are


*WANITA SHOLEHA*
Inspiring Story by : Eri Vianty 










(#LetsTalkAboutHijab). Waktu masih SD semua siswi tidak ada yang memakai jilbab. Kalau pun pakai cuma setiap hari Jum’at saja saat pakai baju Melayu. Dulu baju sekolah masih pendek-pendek, pas udah kelas tiga semua seragam harus panjang dan pakai jilbab untuk para siswi. Sedangkan para siswa masih pakai seragam pendek-pendek. Peraturan sekolah pun berubah sejak teman seangkatanku yang namanya Indah pakai jilbab ke sekolah. Dulu waktu SD, aku memang pakai jilbab tapi rambut yang dikepang ibuku masih nampak dari belakang. Karena waktu itu rambutku panjang. Selain itu aku juga masih ga tahan dengan panasnya terik matahari yang membuatku berkeringat dan rambutku jadi bau. 

Tapi kalau pakai baju olahraga, aku selalu dilarang untuk tidak buka jilbab. Padahal sebenarnya aku kepengen kali buka jilbab kayak teman-temanku yang lainnya. Kayaknya cantik-cantik mereka yang buka jilbab itu. Ibuku melarang aku buka jilbab karena nanti kata beliau, ini nampak, itu nampak, apa ga malu di lihat orang. Anak gadis harus dijaga biar aman. Hmm... ga tahu apa maksudnya. Kan dulu aku masih polos dan belum tahu apa-apa tentang pentingnya memakai jilbab. Yang jelas dulu aku berpikir kalau pakai jilbab, rambut yang cantik ini ga nampak, terus panas lagi, pokoknya ga enak lah. 

Lama kelamaan karena semakin banyak belajar, jadi aku lebih tahu apa sih pentingnya berjilbab bagi seorang perempuan. Ternyata kalau pakai jilbab, cowok-cowok segan mendekati kita. Mereka kadang cuma senyum mandangin cewek-cewek yang berjilbab. Menurutku, mereka menjaga sikap saat akan berinteraksi dengan kita. Coba dengan cewek-cewek yang tidak berjilbab, mereka akan langsung begini, begitu tanpa ada batasan. Waktu SMP, aku memang sudah berjilbab walaupun kalau pergi-pergi kadang masih belum pakai. Dengan memakai jilbab, setiap laki-laki yang bertemu denganku menyapa dengan cara yang berbeda. Ada yang hanya senyum tersimpul manis bahkan ada juga yang mengucapkan “Assalamu’alaikum” sampai tiga kali karena aku diam saja, padahal aku menjawabnya didalam hati karena ga suka banget dengan laki-laki yang suka menggoda seperti itu.

Saat aku masuk rohis di SMA Negeri 1 Pasir Penyu, aku menemui kakak-kakak yang berjilbab panjang-panjang. Setelah mengetahui cerita dari kakak-kakak tersebut, aku jadi semakin tahu kenapa perempuan dalam islam wajib berjilbab. Kakak tersebut menjelaskan tentang ayat Al-Qur’an yaitu surat An-Nur ayat 31 tentang perintah berjilbab bagi perempuan dalam agama Islam. Wah ternyata perintah berjilbab sudah ada didalam Al-Qur’an, aku baru tahu rupanya, pikirku saat itu. Setelah mengetahui hal itu, langsung ku niatkan agar lebih baik lagi dalam memakai jilbab.

Di tingkat pendidikan yang lebih tinggi, yaitu di dunia kampus aku lebih banyak menemui perempuan-perempuan yang memakai jilbab panjang yang tidak hanya menutupi dada tetapi diulurkan sampai tangan, bahkan ada yang memakai cadar. Rasanya terjaga diri mereka dari hal-hal yang tidak baik. yang menganggu mereka dari arah mana pun. Jangankan para laki-laki yang melihat, hati ini saja sejuk rasanya melihat mereka. Memang benar semua perintah Allah SWT kepada umatnya terutama pada perempuan-perempuan Islam agar mereka terjaga dari hal-hal yang tidak baik yang menganggu mereka.

Menjadi wanita sholehah memang tidak mudah. Wanita sholehah dalam agama Islam salah satu cirinya adalah memakai jilbab. Selangkah demi langkah untuk menuju pribadi wanita sholehah yang dicemburui oleh bidadari-bidadari surga. Karena iman seseorang itu sering naik turun, semoga Allah SWT tetap meneguhkan iman wanita-wanita yang ingin berhijrah menjadi wanita sholehah yang memiliki pribadi yang indah. Wanita yang berjilbab belum tentu sholehah tapi wanita yang sholehah itu pasti berjilbab.

Syar'i with Grey Hijab in Ekaliptus Garden


Location : Ekaliptus Park, University of Riau, Indonesia
Up to Down : Armalaa's Collection
Taken by : Tengku Novenia Yahya
Camera : VIVO Y15
 Creative : ETIKA & ESTETIKA photo Concept
Ideas: On the black Stone, i found my smile


TIPS MERAWAT RAMBUT BERHIJAB
Inspiring tips by CantikInfo.net









Perawatan rambut untuk wanita berjilbab tentunya berbeda dengan mereka yang tidak berjilbab. Karena kondisi rambut yang tertutup jilbab biasanya lebih lembab kulit kepalanya. Jika tidak di perhatikan bisa saja mengalami gangguan ketombe, rambut mudah patah, dan gangguan rambut lainnya. Namun anda tidak perlu terlalu khawatir karena kami akan memberikan beberapa tips perawatan rambut bagi wanita yang mengenakan jilbab.

1. Pastikan Rambut Dalam Kering Lebih Dulu
Ini sangat penting, sebaiknya anda mengeringkan rambut lebih dulu hingga benar-benar kering sebelum mengenakan jilbab. Karena jika anda memaksakan memakai jilbab ketika keadaan rambut masih basah akan menimbulkan masalah. Diantaranya adalah menimbulkan bau rambut yang tidak sedap, munculnya ketombe karena kulit kepala lembab, dan bisa juga memicu gatal pada kulit kepala. Maka setelah mengetahui info ini sebaiknay anda mengenakan jilbab ketika rambut sudah kering.

2. Rutin Mencuci Rambut dan Keramas

Masalah rambut bagi mereka yang berjibab sering juga disebabkan karena mereka kurang rutin mencuci rambut mereka. Padahal ketika rambut tertutup jilbab cenderung lebih asam karena terkena keringat. Sehingga endapan keringat ini jika di acuhkan saja patilah akan menimbulkan kemunculan ketombe.

3. Rawat Rambut Berjilbab Anda dengan Hair Tonic

Perawatan khusus memang diperlukan salah satunya adalah memberikan hair tonic. Pastikan saat anda sehabis keramas memberi kesegaran pada rambut dengan treatmen hair tonic. Sehingga rambut kembali mendapatkan kesegaran dan kebutuhan nutrisinya terpenuhi.

4. Hindari Mengikat Rambut Berjilbab Terlalu Kencang dan Saat Basah

Bagi anda yang memiliki rambut panjang dan menggunakan jilbab sebaiknya hindari mengikat rambut terlalu kencang. Karena jika terlalu kencang akan membuat rambut rusak dan mudah patah. Selain itu jangan pula mengikat rambut saat masih basah. Ini akan menimbulkan kerusakan seperti rambut kusut dan mudah patah.

5. Pilih Jilbab Yang Menyerap Keringat

Sebaiknya pilihlah dan pakai jilbab dengan bahan yang dapat menyerap keringat, karena dengan mengenakan jilbab dapat menyebabkan kondisi kulit kepala dan rambut menajadi keringat. Salah satu cara untuk mengurangi keringat berlebih, sebaiknya sahabat memilih jenis jilbab yang dapat menyerap keringat, seperti jilbab berbahan kaos atau katun.

6. Hindari Jilbab Berwarna Gelap Jika Rutinitas Terkena Matahari

Hindarilah memakai jilbab berwarna gelap apabila rutinitas anda di luar ruangan saat siang hari. Karena jilbab berwarna gelap akan lebih cepat menyerap cahaya matahari, sehingga dapat menyebabkan lembab pada sekitar kepala dan rambut.

7. Cara Merawat Rambut Wanita Berjilbab dengan Mengistirahatkan Rambut

Saat anda berada dikamar dan tidak mengenakan jilbab, sebaiknya istirahatkan rambut dengan membiarkan tanpa mengikat rambut anda. Berilah kesempatan rambut untuk bernapas, selain lebih menyegarkan dan mengurangi kelembapan kulit kepala, akan terhindar dari kerontokan dan ketombe.

8. Memilih Jepit Rambut yang Tepat

Sebaiknya mulai sekarang, untuk menghindari penggunaan jepit rambut dengan bahan metal. Karena ikat rambut berbahan metal akan membuat rambut menjadi rapuh dan patah-patah. Pilihlah jepit ramput atau ikat rambut dari bahan plastik atau karet berbahan lembut.

9. Konsumsi Makanan Rendah Lemak

Setelah perawatan dari luar di optimalkan, sebaiknya perhatikan juga perlunya perawatan dari dalam. Cara merawat rambut wanita berjilbab dari dalam bisa saja dengan mengkonsumsi makanan yang rendah lemak serta kaya dengan protein, vitamin B-6, B-12, dan C, serta zat besi yang dapat membetikan nutrisi secara alami bagi rambut. Kacang-kacangan, bayam dan pisang juga sangat berguna.
Sumber : http://www.cantikinfo.net/cara-merawat-rambut-wanita-berjilbab/

Syar'i with Black and White Uniform


Location : Coridor of Eco-Education, University of Riau, Indonesia
Up to Down : Armalaa's Collection
Taken by : Dyah Eka K
Camera : VIVO Y15
 Creative : ETIKA & ESTETIKA photo Concept
Ideas: Your Result is depends of your Point of View


INSPIRASI BERHIJAB
Inspiring Story by Laudya Chintya Bella













Subhanallah beruntunglah bagi orang-orang yang mendapat hidayah sehingga berhijrah dari keadaan sebelumnya yang kurang baik kearah yang menjadi lebih baik. Seperti salah satu artis cantik laudya chintya bella yang mendapatkan hidayah dan mantap berhijab. Hijab adalah perintah dari Allah kepada setiap wanita muslim, karena dengan berhijab menutup aurat insyaAllah akan menjaga wanita dari hal-hal buruk, dan sebagai pembeda.

Keinginan berhijab sudah lama tutur salah satu personil BBB ini, “Aku memang ingin sekali, tadinya nazar. Nanti kalau nikah baru berhijab. Tetapi umroh kini berbeda, jadi lebih ingin percepat berhijab”. Adapun salah satu yang membuat bella semakin mantap berhijab adalah ketika bella berdiskusi dengan Ustadz. Tutur bella, dirinya ingin berhijab jika sudah menikah dan memilili anak. Lalu Ustadz menjawab, “kamu bukan Tuhan,apakah kamu yakin umur kamu akan sampai pada saat menikah nanti???,, Jika takdir berkata lain kamu telah meninggal sebelum berhijab,maka kain kafan itu adalah hijab pertama dan terakhir kamu”. Dari situ dan atas Hidayah Allah,akhirnya bella semakin mantap dan berhijab.

Namun perjalanan untuk mulai berhijab,tidaklah mudah, ada pro dan kontra, ada teman-teman yang mensuport dan tidak,beberapa teman khawatir bella behijab belum bisa istiqomah takunya hanya lepas dan ganti, kekhawatiran temannya itu karena mereka sayang dengan bella, namun pada akhirnya teman-temannya bisa mensuport dan bella pun semakin mantap dan instiqomah. Pujian dari sahabat,teman,desainer kondang hijab dian pelangi,zaskia adya mecca dll pun berdatangan.

Sumber :  http://aduba.co/kisah-inspiratif-islami-laudya-chintya-bella-kini-berhijab.html

Syar'i in the Delighted Purple Mosque


Location : Jalan Garuda Sakti, KM.6, Riau-Indonesia
Up to Down : Armalaa's Collection
Taken by : Susi Asmiati
Camera : VIVO Y15
 Creative : ETIKA & ESTETIKA photo Concept
Ideas: Mosque is muslim's rest stop as always



HIJAB VS SIFAT
Inspiring Story by Articel










(#Let'sTalkAbout Hijab). Hijab atau Jilbab merupakan salah satu penutup aurat wanita muslimah. Kerap kali permasalahan hijab dikaitkan dengan akhlak seseorang. Hingga hampir mencoreng kesucian hijab itu sendiri. Walau sebenarnya Hijab dan Akhlak merupakan dua hal yang sangat berbeda.

Beberapa hari yang lalu, saya membaca DP teman bbm saya. Kurang lebih seperti ini kalimatnya..


Jika engkau berjilbab dan ada yang mempermasalahkan akhlaqmu, katakan pada mereka bahwa "Antara jilbab dan akhlaq adalah 2 hal yang berbeda". Berjilbab adalah murni perintah Allah, wajib untuk wanita muslim yang telah baligh tanpa memandang akhlaqnya baik atau buruk, sedangkan akhlaq adalah budi pekerti yang tergantung pada pribadi masing-masing. Jika seorang wanita berjilbab melakukan dosa atau pelanggaran, itu bukan karna jilbabnya namun karna akhlaqnya. "Yang berjilbab belum tentu berakhlaq mulia, namun yang berakhlaq mulia pasti berjilbab"

Saya sangat setuju dengan kata-kata tersebut, bukan berarti saya mendukung para wanita yang berjilbab untuk tidak berakhlaq mulia ya :D cuman sudah menjadi rahasia umum pemikiran manusia-manusia yang merasa dirinya sudah paling benar bahwa jikala melihat wanita yang berjilbab namun akhlaqnya kurang baik beranggapan wanita itu menggunakan jilbabnya untuk menutupi kelakuan buruknya. Na'uzubillah... 

Ringkasnya begini, sebagai seorang muslimah, jilbab itu hukumnya WAJIB. Tidak ada tawar-menawar dalam hal ini. Namun, terkadang jilbab dijadikan tolak ukur perilaku seseorang. ''Dia berjilbab, tapi kelakuannya buruk''. Pertanyaan saya, kenapa MENYALAHKAN jilbabnya?! toh memakai jilbab sudah menutupi rambutnya dari pandangan kaum adam. Bukankan itu sudah menjalankan satu kewajiban.

Jika ada seorang wanita berjilbab, tapi akhlaknya buruk. Berarti, wanita itu hanya sekedar 'mengetahui' belum 'memahami'. Kita tidak boleh menyalahkan jilbabnya, karna itu kewajiban, cukup pribadinya...

Kesimpulan: Pakailah jilbabmu seraya tidak sekedar berniat untuk melakukan suatu hal yang wajib dari perintah Allah. Jangan kamu memakai jilbab hanya untuk fashion belaka, atau memakai jilbab untuk menutupi kejelekan sifatmu. Ikhlaslah memakai jilbab untuk kebaikan dirimu, dan jadikan Hijab sebagai kebutuhan mu, niscaya kelak kamu akan merasakan manfaat jilbabmu dan berubahlah akhlakmu. 


Artikel ini dikutip dari AkhbarIslam.com. Selengkapnya bisa dilihat di sini