Syar'i with Flowercrown and Grey Kashmir

Location : An-Nur Great Mosque, Alam Mayang  Pekanbaru , Riau-Indonesia
Top to Down : Armalaa's Collection
Taken by : Nilam Meytha Wardani
Creative : ETIKA & ESTETIKA photo Concept
Ideas : Every Girl dreams to be Princess

ANJURAN MENUTUP AURAT
Inspiring Story by Me








(#LetsTalkAboutHijab). Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita'.” (An-Nur:31).

Nah, teman-teman… di dalam surat An-Nur itu sudah tertulis dengan sangat jelas bahwa mengulurkan kerudung hingga ke dada itu adalah WAJIB. Tujuannya ya supaya kita jadi lebih ayu, mencegah pandangan ‘usil’ laki-laki dan juga sebagai pembeda; Antara wanita muslimah dengan non muslimah. Tapi, Jilbab dan Kerudung itu berbeda loh ternyata.
      1. Kerudung itu adalah kain yang menutupi kepala, bahu dan dada sedangkan
2.  Jilbab itu adalah pakaian longgar wanita
Yang tertulis di dalam surat An-Nur tersebut adalah tentang Kerudung. Sedangkan tentang Jilbab, tertulis di dalam surat Al-Ahzab ayat 59.
“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin 'Hendaklah mereka menutupkan jilbab ke seluruh tubuh mereka' yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang” (Al-Ahzab: 59).

Jadi, jilbab adalah baju longgar yang fungsinya menutupi seluruh tubuh atau yang biasa kita sebut “Gamis”. Tapi, teman-teman boleh kok menggunakan pakaian yang selain Gamis, asalkan :
      1. Tidak  ketat/sempit
      2. Tidak transparan/tipis
      3. Panjangnya semata kaki dan
      4. Tidak berparfum menyengat

      Lalu, Hijab itu apa? Hijab itu ya kerudung dan jilbab tadi secara keseluruhan. Jadi, hijab yang sempurna itu adalah ketikda kerudung dan jilbabnya sudah sesuai dengan 2 ayat Al-Quran di atas. Khusus buat teman-teman yang baru mulai berhijab, perbanyak belajar tentang ISLAM ya, bukan perbanyak nyari model hijab. Supaya segera teguh berhijab dan insya Allah nantinya naluri untuk berkreasi dengan hijab (tetap syar’i) itu akan muncul dengan sendirinya. Mari bersama kita memperbaiki diri! Yeee ^_^

Azlina and Her Syar'i Style

Location : Football Yard of FKIP University of Riau, Indonesia
Special Guest : Nur Azlina Oktavianti
Outfit : Azlina's Collection
Photographer : Armalaa
Creative : ETIKA & ESTETIKA photo Concept
Ideas : You and Nature are the Perfect Majesty



KONTEMPLASI HATI
Inspiring Story by : Azlina












(#LetsTalkAboutHijab). Sekawanan angin lembut mendobrak lembaran daun yang tergantung di ranting pohon, dan akhirnya turut menerpaku yang tengah berada di dalam Masjid Arfa’unnas dengan nuansa putih abu-abu khas. Sang angin masih berputar-putar dengan jahilnya menyentuh kerudung kakak-kakak yang sore ini menyambut kehadiran kami –mahasiswa baru FKIP 2012. Perlahan kerudung yang menjulur di balik punggung itu pun terangkat naik turun dipermainkan angin. Ah, pemandangan berbeda bagi mata. Begitu sejuk dan teduh. Damai dan tentram. 

Sesampainya di rumah, aku masih terpukau dengan aura keanggunan yang melekat dengan mereka, hijab, itulah alasannya. Aku mulai tersentuh dan ingin belajar secara utuh. Seiring waktu yang bergulir, aku perlahan berubah. Jilbab yang semula sebahu, perlahan mulai aku julurkan hingga mengenai lenganku. Alhamdulillah, damainya berbeda. Aku sadar benar kalau terkadang kelakuanku masih belum sempurna, ya, tak sesempurna hijabku. Namun, kelak aku bersyukur, karena hijab inilah yang menjagaku. Hijab ini yang seolah memperingatkanku dengan keras bila tingkahku mulai tak selaras.

Menjadi muslimah secara kaaffah memang tak mudah, namun bukan pula perkara payah tatkala niat hijrah telah jadi arah. Maka nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan? Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita. Maka nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan? Bidadari-bidadari yang dipelihara di dalam kemah-kemah. (QS. Ar-Rahmaan; 69-72) Karena bidadari itu terjaga (lagi dijaga) –ia adalah perhiasan dunia yang mahal harganya. 

Tahukah mengapa kuntum di padang bunga begitu indah? Karena kuncup-kuncup tersebut mekarnya dalam jamaah. Semoga kita salah satu kuncup bunga di surga kelak, dinda. 
*Pekanbaru, 8 November 2015

Syar'i with Blue on the Black Wall

Top to Down : Armalaa's Collection
Taken by : Okta Hari Mulya
Creative : ETIKA & ESTETIKA photo Concept
Ideas : Above the Black Stone, You will be contrast



MENGHIJABI HATI
Inspiring Story by Me











(#LetsTalkAboutHijab). Seorang wanita cantik jelita yang tak lain adalah teman sekelasku di kampus, mendatangiku...
"El, aku mau menjemput hidayah," katanya.
"Maksudnya gimana?"
"Ya aku mau berubah, El. Sebenarnya sih hidayah itu bisa didapatkan di mana aja kan El? Tergantung niatnya lagi. Aku merasa sangaaat malu kalau dadaku terlihat, El. Rasanya tu kayak nggak pakai jilbab aja, padahal ya pakai walaupun belum syar'i. Makanya nih, sekarang aku mau ketemu kamu untuk curhat," akunya.
"Oh gituuu.. silahkan, silahkan! Aku senang nih kamu udah datang ke sini."

Awalnya, aku fikir ia akan langsung menceritakan tentang Kemudian ia menceritakan tentang seorang laki-laki yang sudah bertahun-tahun mengusik hatinya. Aku terus mendengarkan ceritanya dengan seksama. Laki-laki yang diceritakannya itu ternyata teman SMAnya dan sekarang sekampus juga dengan kami, tapi berbeda fakultas. Ceritanya itu berujung pada kebimbangan tentang bagaimana sikapnya seharusnya ke pada laki-laki 'pemberi harapan' itu.

"Gini Say, aku akan menceritakan tentang pengalamanku dan silahkan kamu ambil apa pelajarannya dari ceritaku ini," dan..mulailah aku menuturkan pengalamanku karena aku sudah pernah berada di sana dan sekarang udah khatam dengan hal-hal semacam itu.
"Ohh... gitu ya El. Aku pun sempat mikirin hal itu sih."

"Memang begitu. Kebanyakan mereka yang pacaran itu memang susaaah banget dinasehati. Dan, ternyata bukan hanya yang pacaran aja, tapi yang menjalin hubungan dengan dengan lawan jenis pun hatinya sama-sama sudah tidak khusyuk lagi. Awal aku hijrah itu ketika aku mendengar nasehat ini; 'Hijab hati itu adalah perkara yang paling mendasar sekali di dalam Islam' saat itu aku berfikir gini; 'Ya Allah, untuk yang dasar saja aku belum selesai, bagaimana mungkin aku bisa melaksanakan perintah-Mu yang lain yang lebih besar?' akhirnya ku putuskan untuk hirah dan menjaga hati," jelasku.

"Nah... menjaga hati itu gimana sih sebenarnya El?"
"Banyak orang yang salah mengartikan. Ada yang mengartikannya sebagai bentuk kesetiaan kepada orang yang dicintainya dari jarak jauh, tidak ada komunikasi intens tapi sudah mengantongi komitmen. Padahal bukan itu loh! Menjaga hati itu ya murni menyerahkan hati kita untuk Allah. Simpelnya begini, ada 2 pertanyaan untuk mengukurnya; 1. Bagaimana perasaanmu ketika tiba-tiba mendengar si dia menikah? Kalau kamu biasa aja dan tidak terlalu sedih, berarti hatimu sudah berhasil merdeka darinya. 2. Bagaimana kalau sekarang kamu dilamar oleh laki-laki lain? Apakah kamu masih mengharapkan laki-laki tadi dan ingin sekali menolak lamaran laki-laki ini tanpa alasan syar'i? Kalau tidak, berarti hatimu udah terjaga. Waktu aku belajar melepaskannya dulu, aku berdoa kepada Allah; 'Ya Allah, aku nggak mau menghalangi takdir-Mu yang indah karena aku telah menciptakan takdirku sendiri dengan jalan yang salah. Aku yakin, akan ada pilihan terbaik dari-Mu'. Dan, alhamdulillah sampai sekarang dan semoga sampai seterusnya hatiku tetap terjaga."

"Hemmm...intinya, aku harus benar-benar menjauhinya ya El mulai sekarang. Nggak SMSan, nggak BBMan atau apapun yang bisa mendekatkan aku lagi dengannya. Dan, doakan aku ya El, aku pengen banget berjilbab syar'i. Tapi masih nyicil-nyicil dulu nih beli rok, soalnya kebanyakan yang ku punya ini celana jeans."
"Amiin ya Allah. Iya, diangsur aja dulu. Yang penting niatnya dimantapin. Insya Allah."

Tutorial Hijab Syar'i for Your Happy Day




How to Wear :

1. Lipat kerudung membentuk persegi panjang (bukan segitiga) dengan posisi lipatan tidak sama panjang (supaya lebar)
2. Pakai dengan posisi sebelah kanan lebih panjang
3. Ambil sisi kanan, bawa ke sebelah kiri, sematkan dengan jarum pentul
4. Tarik sisi pendek bagian kanan kerudungmu lalu keluarkan dan sematkan dengan jarum pentul di sisi kiri atas.
5. Sematkan jarum pentul pula sisi kanan kerudungmu sebagai pengunci.

SELESAI ^_^
Selamat Mencoba... 

Syar'i with Purple and See Around's Pose

Location : SKA Co Ex, and Benteng's Hotel, Pekanbaru City, Riau-Indonesia
Top to Down : Armalaa's Collection
Taken by : Nilam Meytha Wardani
Creative : ETIKA & ESTETIKA photo Concept
Ideas : Every Girl dreams to be Wife and Happy in life




KAKIMU JUGA AURAT
Inspiring Story by me









(#LetsTalkAboutHijab). Durasi KKN (Kuliah, Kerja Nyata) selama 2 bulan ini memang penuh ujian. Terutama tentang bagaimana caranya menghargai pendapat teman yang berbeda dan bagaimana menyamakan perbedaan, jika memang baik untuk disamakan. Dan... pada suatu hari, Sulti bertanya kepadaku...  

"Eh, kenapa sih si Yaya itu pakai kaus kaki terus?" 
GLEKKK! Aku pernah juga memprediksi keheranan teman-teman seposko terhadap kebiasaan Yaya tersebut. Sekalipun aku belum seteguh Yaya, tapi sebagai orang yang lebih faham, aku merasa wajib menjelaskannya kepada Sulti. 
"Yaaa... Karena dia ingin menutup auratnya. Kan di posko kita ada cowoknya juga."
"Iya, tapi kan itu sedang di rumah."
"Mau di rumah, mau di luar, tetap aja aurat kita harus dijaga kalau ada non mahram," jelasku.
"Dia kan udah berjilbab. Lebar juga jilbabnya, tapi masa kaki pun harus pakai kaus kaki terus sih?"
"Iya, karena kaki juga termasuk aurat."

"MASA IYAAA?"
Hemmm... gimana ya Allah caraku memberikan pemahaman kepada Sulti? Tunjukkan padaku caranya... pintaku dalam hati.
"Yuk, kita ingat-ingat lagi hadist Rosulullah yang bunyinya; 'Seluruh tubuh wanita adalah aurat. Kecuali ini dan ini'. Tahu kan Rosulullah nunjuk apa aja?" tanyaku, memancingnya.
"Muka dan Telapak Tangan."
"Nah, itu dia jawabannya. Thats why she wear it!"
"Emangnya ada gitu laki-laki yang bernafsu kalau ngelihat tapak kaki cewek? Lagian kan repot kalau setiap saat harus pakai kaus kaki," sanggahnya lagi.

"Sulll.. gini yaaa. Perintah  Allah itu adalah satu untuk selamanya. Kalau udah dibilang bahwa kaki kita adalah aurat, perintah itu akan tetap begitu sampai kiamat sekalipun. Nggak akan berubah sekalipun zaman dan kebiasaan manusianya berubah," jelasku, lembut.
"Ohhh... gituuuuuuu."
Memang, tidak selamanya apa yang kita jelaskan bisa diterima oleh orang lain. Tapi, bukankah lebih baik menjelaskan dan tidak diterima daripada diam dan tidak ada yang bisa dijelaskan?

Berhijab adalah sebuah PERJALANAN dan PEMBELAJARAN. Kalau ada yang merasa dirinya sudah mantap dengan hijabnya yang saat ini, kemungkinan ia sedang takabur. Karena, sesempurnanya hijab wanita adalah kesempurnaannya menjaga raga dan jiwa.

*Semoga menginspirasi ya.

Tutorial Hijab Syar'i for Semi Formal Event

  


How to Wear :

1. Tumpuk 2 kerudung berbeda warna (ex: Ungu dan cokelat) dengan posisi warna cokelat lebih panjang daripada warna ungu.
2. Lipat 2 lapis kerudung tersebut berbentuk persegi panjang
3. Pakailah dengan posisi kanan lebih panjang (posisi kanan yang kelebihan warna cokelat)
4. Tarik kerudung cokelat ke luar dan sematkan di sebelah kiri
5. Tarik pula kerudung ungu sehingga bertumpuk dengan kerudung cokelat
6. Rapikan dan sematkan dengan jarum pentul

SELESAI ^_^ 

Syar'i with Two Layer's Hijab Creation

Location : University of Riau and SKA Co Ex, Riau-Indonesia
Top to Down : Armalaa's Collection
Taken by : Nilam Meytha Wardani
Camera : VIVO Y15
Creative : ETIKA & ESTETIKA photo Concept
Ideas : Always Take a Look Your Arround to Find Unique Spot



BERJODOHLAH DENGAN JILBABMU
Inspiring Story by me










(#LetsTalkAboutHijab). “El, aku pengen banget berubah. Pengen berhijab dengan syar’i. Sedang ngangsur-ngangsur nih beli roknya, makanya aku masih pakai celana nih sekarang karena rokku sangat terbatas.”
“Nggak apa-apa. Niatnya dimantapkan dulu yaa. Insya Allah, semoga roknya cepat memadai, kan nggak perlu nunggu punya rok yang banyak, hehee.”
“Setelah itu, aku mau beli kaos kaki juga ntar. Biar makin lengkap.”

Masya Allah… sungguh, hidayah Allah telah mengetuk pintu hatinya. Sahabatku ini bahkan sudah faham bahwa memakai kaus kaki itu adalah kesempurnaan hijab. Semoga Allah menjagamu wahai saudari cantikkk.
“El, ajarin akulah tutorial hijab. Kamu kan pinter banget tuh berkreasi, hehee,” pintanya.
“Boleh. Sini, sini,” aku langsung mengajarinya. Kebetulan, ia sedang berada di kosanku, jadi langsung bisa mempraktekkan beberapa model hijab. Dan, komentar kebanyakan orang setelah tahu bagaimana polanya, bergumam seperti ini; ‘Ohhh… gini aja ya caranya? Kok kayaknya agak ribet gitu ya El? padahal ga nih!’

"Kok beda ya El? Kalau kamu yang makai model ini, kok kayaknya cantikk banget."
"Sebenarnya, itu karena aku udah menyatu dengan hijab ini, makanya terlihat ayu dan ber-aura terus. Nanti kalau kamu udah mencintai hijabmu, kamu pun pasti akan nemuin gaya mana yang membuatmu nyaman."

"Ohh..gituuu.. bikin tutorial deh El, nanti di upload ke Youtube. Susah loh nyari yang syar'i kayak gini di Youtube.  Elysa ngelihat model kayak gini di Youtube atau nggak sih?"
"Hahahaaa.. model-model yang ku pakai ini ya dari khayalanku aja sih, Say. Coba aja cari di Youtube, terakhir kali ku lihat sih nggak ada yang kayak aku gini. Emmm... sempat ada sih niat untuk bikin tutorial kayak yang kamu maksud itu, tapi... risih juga. Karena sebelum jilbabnya sempurna terpasang, ntar aurat kita terlihat takutnya. Jadi ya udah deh, aku ngajarin yang nanya langsung ke aku aja."

Sambil mengajarinya, aku menasehatinya… “Kemarin aku ada baca kata-kata buaagusss banget di Instagram. Gini kalimatnya; Jangan diperbanyak model hijabnya, tapi perbanyak belajar Islamnya. Jangan sampai kamu salah fokus. Bagus dan menyentuh ya!”
“Iya El. Aku sedang berusaha nih menambah ilmu agama juga. Oh ya El, yang dimaksud Punuk Unta tu gimana sih? Apa ini termasuk?” tanyanya sambil menunjuk sanggul rambutnya.

“Iya.”
“Masa iyaa? Gimana lagi, rambutku memang tebal banget. Gimana pun disembunyikan tetap aja kelihatan.”
“Bisa. Pasti bisa,” aku meyakinkannya sambil menunjukkan bagiamana caranya.
“Eh, iya yaa. Ilang dia, tapi leherku tetap nggak kepanasan. Thanks ya Eeell.”
“Iya, sama-sama. Keep istiqomah ya Ciinn. Aamiin. Semaangaaatt!”