Syar'i with Brown Blazer

Location : FISIP University of Riau, Indonesia
Up to Down : Armalaa's Collection
Taken by : Yana Nursita
Camera : VIVO Y15
 Creative : ETIKA & ESTETIKA photo Concept
Ideas : Every place is impressing spot

BERPRESTASI BERSAMA HIJABMU
Inspiring Story by Meyda Syafira











Hijab memang tidak bisa menjadi pedoman untuk menyatakan seseorang apakah agamanya sudah sempurna atau belum. Akhlak yang baik menjadi yang utama dan sebaik-baiknya wanita adalah wanita yang menjaga diri dan memperbaiki diri, selalu meningkatkan wawasan dan kecerdasan diri. Ciri perbaikan salah satunya adalah dengan berjilbab/berhijab.

Meyda mengatakan fenomena yang terjadi saat ini adalah sebagian orang mengatakan bahwa menggunakan jilbab itu adalah sebuah pilihan. Namun pilihan hanyalah sekedar pilihan jika tidak ada action dan upaya untuk membenahinya. "Memakai Jilbab, Hijab atau Kimar sama sekali tidak membatasi kita untuk mengambil peranan pada apa saja objek yang kita minati, berhijab juga tak menghalangi kita untuk terus berprestasi," ungkapnya.

"Allah menciptakan kita dengan kewajiban, namun Allah juga melimpahkan kepada kita kenikmatan. Kita sebagai seorang wanita apabila saat kecil jika kita sholeha maka Allah akan bukakan pintu surga untuk ayah kita, saat dewasa dan kita menikah kita sempurnakan agama suami kita, dan saat kita menjadi ibu, surga pun ada di telapak kaki kita. Lalu kenapa saat memenuhi kewajiban kita untuk menutup aurat saja kita masih menimbang-nimbang untung ruginya??," tanya pemain film Ketika Cinta Bertasbih ini, kepada peserta seminar. Dijelaskannya, perintah memakai jilbab bagi wanita muslimah telah Allah firmankan dalam Al-Quran dan hadits rasul-Nya. Kedudukan mengenakan hijab dihukumi wajib sama kedudukannya dengan shalat, puasa, zakat, dan haji (bagi yang mampu). Apabila jilbab ini ditinggalkan oleh seorang wanita yang mengaku dirinya memeluk agama islam maka bisa mengakibatkan pelakunya terseret dalam salah satu dosa besar karena kedudukannya yang wajib maka bila ditinggalkan akan mendapatkan azab, laknat dan murka Allah SWT.
 
Meyda Safira yang juga mengemban pendidikan sebagai mahasiswi teknik salah satu universitas di Indonesia, pertama kali teguh menggunakan hijab pada tahun 2008. Ia mengungkapkan semenjak berhijab banyak prestasi yang diperolehnya, seperti menjadi mahasiswi teladan di kampus dan lolos audisi aktris dalam sinetron Ketika Cinta Bertasbih dan lulus dengan IPK tertinggi, penggunaan jilbab sama sekali tidak menurunkan indeks prestasi.
"Dengan berjilbab orang akan menghargai kita bukan sekedar fisik, namun melihat dari apa yang kita perbuat dengan prestasi kita. Tingkatkan kebanggaan kita sebagai seorang muslim dengan menggunakan jilbab, kenapa banyak orang yang malu memakai jilbab karena mereka belum membaca dan memahami sejarah kejayaan islam dan belum memahami jurnal teknis kita yakninya al-Quran," tuturnya dengan semangat saat memberikan materi seminar.

Lebih lanjut ia mengatakan sebagian orang juga mengatakan bahwa memakai jilbab adalah kuno dan terlihat seperti emak-emak pengajian. Justru di saat ini penggunaan hijab sudah dimodernisasi dan dikolaborasikan dengan fashion tentu masih dengan aturan dan sesuai dengan syari. "Mari kita tunjukkan betapa cantiknya wanita ketika dia telah memutuskan untuk mengenakan hijab, kita perlihatkan bahwa kecerdasan kita tidak akan berkurang karena hijab yang kita kenakan, kita buktikan bahwa justru dengan berhijab kita semakin terdorong untuk terus meningkatkan kwalitas diri. Kita tampakkan bahwa wanita yang berjilbab itu murah senyum, sopan dan elegan," terang Meyda.

Ia mengajak melalui hijab marilah kita akselerasikan diri untuk menjadi wanita sholeh agar banyak lahir generasi penerus seperti Moh. Al-fatih yang baru berusia 21 tahun mampu menaklukan Konstatinopel dimana zaman itu begitu susahnya benteng itu ditembus oleh siapapun. "Nabi muhammad bersabda sebaik-baiknya panglima perang adalah panglima perang yang bisa menaklukan konstatinopel, sebaik-baiknya prajurit perang adalah prajurit yang menaklukan konstatinopel," tuturnya.

Sumber : http://wawasanproklamator.com/berita/1509/meyda-safira-hijab-bukan-penghalang-untuk-berprestasi.html

Syar'i on the Football Yard

 
Location : Mini Stadion of Riau University, Indonesia
Up to Down : Armalaa's Collection
Taken by : Yana Nursita
Camera : VIVO Y15
 Creative : ETIKA & ESTETIKA photo Concept
Ideas: Be Happier on Green Yard

HADIST TENTANG HIJAB
Inspiring Advice by AyuRizkianiUcha













Hadist Rasulullah SAW Tentang Perintah berhijab :

1.”Tak layak wanita yang telah haid terlihat auratnya, kecuali ini dan ini(mengisyaratkan dengan batasan tangan yaitu wajah dan tangan yang boleh terlihat.” (HR.Abu Dawud)
2.Ummul mukminin Aisyah radhiyallahu’ anha berkata : Ketika turun Ayat AlQur’an perintah berhijab , Mereka para wanita-wanita Muhajirin segera memotong kain-kain mereka lalu berkerudung dengannya (HR.AlBukhari)
3.Dari Ummu ‘Athiyyah, ia berkata, “Pada dua hari raya, kami diperintahkan untuk mengeluarkan wanita-wanita haid dan gadis-gadis pingitan untuk menghadiri jamaah kaum muslimin dan doa mereka. Tetapi wanita-wanita haid harus menjauhi tempat shalat mereka. Seorang wanita bertanya:, “Wahai Rasulullah, seorang wanita di antara kami tidak memiliki jilbab (bolehkan dia keluar)?” Beliau menjawab, “Hendaklah kawannya meminjamkan jilbabnya untuk dipakai wanita tersebut.” (HR. Bukhari no. 351 dan Muslim no. 890).

4. “Wanita adalah aurat, jika dia keluar tanpa menutup auratSetan selalu menjadikannya indah pada pandangan Laki-Laki” ( HR.Tirmidzi)
5 Alloh Swt tidak akan menerima ibadah seorang perempuan hingga dia menutup aurat nya dan Alloh tidak akan menerima solat seorang perempuan yang telah cukup umur hingga dia berjilbab” (HR.Thabrani)
6. Dengarlah kata ibunda kalian, Ummul Mu’minin ketika bertanya kepada Nabi : “Apa yang harus diperbuat wanita dengan bawah baju mereka? Nabi bersabda : Hendaklah ia turunkan satu jengkal ( dari mata kaki ) Ummul Mu’minin berkata : “ kalau begitu akan tersingkap kaki kami, wahai Rasulullah” Nabi bersabda : “ turunkan satu lengan dan jangan dilebihkan” ( HR. Bukhari dan Muslim )

7. “Suruhlah isterimu mengenakan baju dalam di balik kain Qibtiyah itu, karena sesungguhnya aku khawatir kalau-kalau nampak lekuk tubuhnya.'(HR. Ahmad dan Al- 8. “Selangkah anak perempuan keluar dari rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga ayahnya itu hampir ke neraka. Selangkah seorang isteri keluar rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga suaminya itu hampir ke neraka.”(Abu Hanifah)
9. Tidak akan masuk surga seorang suami yang tidak cemburu dengan membiarkan istri dan putrinya terbuka auratnya (HR Bukhari Muslim)

10. Dari ‘Atho’ bin Abi Robaah, ia berkata bahwa Ibnu ‘Abbas berkata padanya, “Maukah kutunjukkan wanita yang termasuk penduduk surga?” ‘Atho menjawab, “Iya mau.” Ibnu ‘Abbas berkata, “Wanita yang berkulit hitam ini, ia pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas ia pun berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku sering terbuka karenanya. Berdo’alah pada Allah untukku.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Jika mau sabar, bagimu surga. Jika engkau mau, aku akan berdo’a pada Allah supaya menyembuhkanmu.” Wanita itu pun berkata, “Aku memilih bersabar.” Lalu ia berkata pula, “Auratku biasa tersingkap (kala aku terkena ayan). Berdo’alah pada Allah supaya auratku tidak terbuka.” Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun berdo’a pada Allah untuk wanita tersebut. (HR. Bukhari no. 5652 dan Muslim no. 2576)

Sumber : https://ayurizkiyaniucha.wordpress.com/2013/04/09/%E2%98%9Dmuslimah-sayang-jilbab-itu-wajib-sama-seperti-solat-%F0%9F%99/

Syar'i with Doodle Gift Birthday

Location : Eco-Edu, University of Riau, Indonesia
Up to Down : Armalaa's Collection
Taken by : Eja, Eri' friend
Camera : VIVO Y15
 Creative : ETIKA & ESTETIKA photo Concept
Ideas:Big Thank for dek Eri's gift birthday


ANDAI HIJAB BISA BICARA
Inspiring Story by Nurhidayah












(#LetsTalkAboutHijab). Jika hijab bisa berkata. Mungkin ia akan mengatakan hal ini.

"aku adalah perintah Tuhanmu. Aku jelas ada dalam firman-Nya. Tak mengapa jika kau mengabaikanku. Tapi tunggulah balas-Nya padamu.

Aku adalah perintah Tuhanmu. Kau suka atau tidak, aku tetap ada. Dan tak ada hakmu untuk meniadakanku.
Aku adalah perintah Tuhanmu. Lalu dengan mudah kau menyalahkan aku atas dosa-dosa yang manusia ciptakan sendiri.

Jika kau berkata demikian. Bagaimana dengan teman-temanku. Sholat, zakat. Puasa, berbakti pada orang tua dan perintah lainnya, semua sama sepertiku. Kami adalah perintah Tuhanmu.

Lalu karena kesalahan-kesalahan yang mengenakan hijab, kau mengatakan untuk apa berhijab. Kau katakan lebih baik tidak berhijab.
Sungguh malang nasibmu.

Setelah kau mengatakan demikian, lalu bagaimana dengan teman-temanku. Apa kau juga akan mengatakan lebih baik tidak sholat hanya karna seseorang bersalah dan berdosa. Juga kau mau mengatakaan hal yang sama pada perintah lainnya.
Sungguh sayang dirimu.

Kami tetaplah perintah. Kau tak berhak meniadakannya. Bahkan hingga kau tak ada, maka kami tetap ada.
Fikirkanlah. Ini adalah kata untukku, untukmu, dan untuk kita. Nasehat bersama. 

Sumber : https://plus.google.com/111688568084543086466/posts/Zpd4c5nVGpU




Syar'i with Brown Pashmina in Rabbani FM

Location : Rabbani's Radio, Jalan Siberut-Gobah, Pekanbaru City  Riau-Indonesia
Up to Down : Armalaa's Collection
Taken by : Yudi and Lusi
Camera : VIVO Y15
 Creative : ETIKA & ESTETIKA photo Concept
Ideas : Stay Tune and Keep Listen



AURAT LAKI-LAKI
Inspiring Advice by Facebook Fanspage

 










Aurat laki-laki adalah antara pusar dan lutut, berdasarkan riwayat ‘Aisyah:

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari Bapaknya dari kakeknya, beliau menuturkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Jika ada di antara kalian yang menikahkan pembantu, baik seorang budak ataupun pegawainya, hendaklah ia tidak melihat bagian tubuh antara pusat dan di atas lututnya.” [HR. Abu Dawud, no. 418 dan 3587].

Aurat laki-laki ialah antara pusat sampai dua lutut. [HR. ad-Daruquthni dan al-Baihaqi, lihat Fiqh Islam, Sulaiman Rasyid].

Dari Muhammad bin Jahsyi, ia berkata: Rasulullah Saw melewati Ma’mar, sedang kedua pahanya dalam keadaan terbuka. Lalu Nabi bersabda:

“Wahai Ma’mar, tutuplah kedua pahamu itu, karena sesungguhnya kedua paha itu aurat.” [HR. Ahmad dan Bukhari, lihat Ahkamush Sholat, Ali Raghib].

Jahad al-Aslami (salah seorang ashabus shuffah) berkata: pernah Rasulullah Saw duduk di dekat kami sedang pahaku terbuka, lalu beliau bersabda:

“Tidakkah engkau tahu bahwa paha itu aurat?” [HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Malik, lihat Shafwât at-Tafâsir, Muhammad Ali ash-Shabuni].

Juga Rasulullah Saw pernah berkata kepada Ali ra: “Janganlah engkau menampakkan pahamu dan janganlah engkau melihat paha orang yang masih hidup atau yang sudah mati.” [HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, lihat Shafwât at-Tafâsir, Muhammad Ali ash-Shabuni].

Larangan Memakai Emas Dan Sutera Bagi Laki-Laki

Diriwayatkan dari al-Bara’ bin Azib r.a katanya: “Rasulullah Saw memerintahkan kami dengan tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara. Baginda memerintahkan kami menziarahi orang sakit, mengiringi jenazah, mendoakan orang bersin, menunaikan sumpah dengan benar, menolong orang yang dizalimi, memenuhi undangan dan memberi salam. Baginda melarang kami memakai cincin atau bercincin emas, minum dengan bekas minuman dari perak, hamparan sutera, pakaian buatan Qasiy yaitu dari sutera, serta mengenakan pakaian sutera, sutera tebal dan sutera halus.” [HR. Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad, CD Al-Bayan 1212].

Larangan Menyerupai Wanita

Seorang laki-laki dilarang bertingkah laku, termasuk berpakaian menyerupai wanita dan sebaliknya seorang wanita bertingkah laku termasuk berpakaian seperti laki-laki.

Larangan Menyerupai Orang Kafir

Menyerupai orang kafir (tasyabbuh bil kuffar) dilarang bagi muslim maupun muslimah. Tasyabbuh dapat dilakukan melalui pakaian, sikap, gaya hidup maupun pandangan hidup.

Bagi seorang laki-laki pakaian yang harus dikenakan sama, apakah dia di dalam rumah, di luar rumah, di hadapan mahram atau bukan, kecuali di hadapan isteri.

sumber : https://www.facebook.com/notes/allah-is-the-one-only/bagaimanakah-aturan-islam-tentang-berpakaian-baik-bagi-laki-laki-ataupun-perempu/207063680031/

Syar'i with Two Layers Hijab Creation

Location : Krema Cafe, Jalan Rajawali Sukajadi, Riau-Indonesia
Up to Down : Armalaa's Collection
Taken by : Bung Misnan
Camera : VIVO Y15
 Creative : ETIKA & ESTETIKA photo Concept
Ideas: Krema Cafe is never ending photo spot



TIPS MERAWAT JILBAB
Inspiring Tips by IndoHijab.com














Agar kualitas jilbab bisa tahan lebih lama, sebaiknya ikuti cara perawatan jilbab berikut ini:

1. Jangan mengunakan mesin cuci, tetapi cucilah dengan cara manual menggunakan tangan.
2. Bagian kepala jilbab cukuk diusap jangan  disikat dengan keras dan jangan diperas, biarkan air mengering secara alami.
3. Jemur jilbab mengunakan hanger jangan terkena sinar matahari langsung, cukup di angin-anginkan.
4. Bagian kepala jilbab tidak perlu/jangan disetrika, karena bagian dalamnya berisi karet busa yang sangat peka dengan temperatur tinggi/panas.
5. Untuk bagian selain kepala, disetrika dengan suhu yang tidak terlalu tinggi/tidak panas.
6. Untuk keawetan warna, jangan terkena sinar matahari langsung.
7. Simpanlah kerudung dalam lemari atau tempat khusus dan lipat dengan rapi. Jangan ditumpuk dengan pakaian lain, agar tidak kusut ketika akan digunakan.
8. Untuk jilbab yang berbahan sutra jangan pernah mencucinya dengan detergen atau sabun cuci, gunakanlah shampo .Caranya dengan mencelupkan jilbab pada air yang telah diberi shampo. Biarkan sesaat dan tidak perlu diperas pada saat menjemurnya.
9. Apapun bahan dari jilbab tersebut, jangan lupa untuk menjemur dengan posisi bagian dalamnya yang diluar dan jemur di tempat yang teduh, hindari menjemur di bawah terik matahari langsung, agar warna jilbab tidak cepat memudar.
10. Cucilah Jilbab terpisah dari pakaian lain dengan menggunakan air yang tidak panas atau dengan air dingin
11. Jangan menggunakan air panas ataupun pemutih karena dapat merubah warna kain
12. Jangan menuangkan deterjen langsung pada Jilbab karena mengakibatkan luntur sebelum mencuci sebaiknya detergen/ cairan pengharum dilarutkan dalam air terlebih dahulu
13. Segera seterika setelah kering dan simpan di gantungan jilbab.

Insya Allah jika perawatan nya tepat, jilbab yang kita miliki akan awet dan tetap cantik dipakai nya.Sumber : www.indojilbab.com/content/39-tips-merawat-jilbab-