Dyah E.K and Her Blue Inspiring Hijab

Location : University of Riau, Pekanbaru City, Indonesia
Special Guest : Dyah Eka Kusumaningtyas
Outfit : Diah's Collection
Photografer : Armalaa
 Creative : ETIKA & ESTETIKA photo Concept
Ideas: Black Brunch Completed Your Afternoon


LEWAT KABAR KEMATIAN
Inspiring Story by : Dyah Eka








(#LetsTalkAboutHijab). Sewaktu gadis manis berpipi tembem berhidung pesek (Wah... fantastis banget ya sebutannya) ini mengutarakan keinginannya, sontak aku langsung tertegun. “Nulis? Di blogmu El? WOW ya cint. Mami kan ngga bisa nulis, tuturku, ragu.

Nggak susah kok Mi. Tulis aja sesuai gaya Mami sendiri. Yang penting, pesan motivasi berhijabnya tersampaikan,” negonya lagi.
Ya tetep aja judulnya NULIS. Bisa ngga ya?. Aku membatin.

Hijab bukan perkara mudah bagiku. Sebenarnya. Dalam pandanganku hijab ini mengandung tanggung jawab besar didalamnya. Tanggung jawab menjaga, memperbaiki dan memotivasi diri jadi lebih baik hingga kelak akhirnya memotivasi orang lain supaya sevisi denganku. Sejak beberapa tahun lalu seorang sahabat sudah memotivasiku untuk mengcover diri, menutup apa yang memang seharusnya ditutup dan menjalankan apa yang telah diperintahkan. Tapi ya dasar aku-nya bandel, akhirnya nasehat itu hanya tinggal nasehat. Hingga suatu saat aku menyadari betapa sayangnya Allah SWT kepada ku. 

“Yah, papanya Ari meninggal,” ibuk mengabariku pada suatu pagi.
Dalam keadaan kaget ku ucap, “Inalillahi wa inaillaihiroji’un”. Subhanallah, ini kan hari jumat, bathinku lagi.

“Meninggalnya waktu shalat maghrib berjamaah di Mesjid ternyata ngga lagi sakit apapun”. Ibuk melanjutkan informasinya.
Dan dalam keadaan lebih kaget lagi terucap olehku dalam hati, “Subhanallah, bisakah aku seperti itu juga ketika Engkau memanggilku nanti?”

Setiap manusia pasti menginginkan surga Allah. Semua orang ingin ‘dijemput’ dalam keadaan syahid. Tapi tak ada jaminan apakah panggilan itu akan datang secara damai sesuai harapan kita. Semuanya tergantung pada apa yang telah kita lakukan, apa yang telah kita upayakan di dunia ini. Kabar ini lah yang kupahami sebagai kasih sayang Allah; menegurku untuk bertaubat selagi masih diberi kesempatan untuk bernafas.

Aku mulai menghubung-hubungkan sebab-akibat antara prilaku kita dengan keadaan kita bahwa segala sesuatunya tidak terjadi dengan ‘ajaib’. Contohnya; 1. kamu terlambat bangun, akibatnya shalat subuh jadi ketinggalan ditambah bisa telat kuliah, 2. kamu terlambat makan, akibatnya bisa terkena maag. Nah kalo terlambat tobat, tinggal ucapin salam aja sama penghuni neraka, ya kan?. *Iiihhh ngga kebayang deh.
 
Aku sudah memakai jilbab sejak di SMP tapi tak pernah faham fungsi aslinya. Awalnya hanya ikut-ikutan kakak sepupu. Lalu menginjak dunia kuliah, aku mulai melihat banyak orang yang berlomba-lomba mengkreasikan jilbabnya agar terlihat lebih cantik. Lagi-lagi aku pun ikut-ikutan. Selanjutnya aku mengenal alat ajaib yg bisa nutupin kekurangan di wajah; make up. Seperti biasa aku juga ikut-ikutan. (*jangan ditiru ya, ukhti. Hiks hiks)..

Tapi bagi mereka yang mendapat hidayah Allah untuk mengikuti perintahnya pasti akan memahami hal ini: dengan hijab kamu tak perlu ribet tutorial-an, tak perlu ribet mendempul wajahmu, tak perlu ribet lagi memilih baju model bla bla bla untuk jadi cantik, karena hijab bisa bikin kamu cantik apa adanya baik dihadapan manusia maupun dihadapan Allah SWT. Marilah kita semua terus belajar memperbaiki diri, cantik. ^^ Dimulailah dari menutupi auratmu.  Dengan sendirinya kamu akan sadar untuk memperbaiki yang lain. Tak ada yang mau jadi temennya hellboy kan.??? Na’udzubillahiminzaliq. Semoga menginspirasi ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar