Syar'i in the middle of shining and bookstore

Location : Mal Pekanbaru
Up to Down : Armalaa's Collection
Taken by : Sultini
Camera : VIVO Y15
 Creative : ETIKA & ESTETIKA photo Concept
Ideas : Long Skirt makes you cheers up

MENJAGA LIDAH
Inspiring writing from cintakajiansunnah.com











Simaklah apa yang di ucapkan oleh al-Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah rahimahullah, “Amat mengherankan bahwa ada seseorang yang dengan mudah dapat menjaga diri dari makan makanan yang haram, berbuat zhalim, berzina, mencuri, minum khomer, memandang sesuatu yang haram dan sebagainya, namun ia sulit untuk menjaga gerakan lisannya. Sehingga engkau dapat melihat seseorang yang dijadikan acuan dalam agama, kezuhudan dan ibadah, ia berucap dengan perkataan-perkataan yang mengundang kemurkaan Allah tanpa ambil peduli. Padahal satu kalimat saja akan dapat menjatuhkannya dengan jarak lebih jauh daripada jarak antara timur dan barat. Berapa banyak kamu lihat orang yang mampu menjaga dari perbuatan keji dan kezhaliman, sementara itu lisannya mencela kehormatan orang-orang yang masih hidup dan juga orang-orang yang telah mati, tanpa peduli sedikitpun tentang apa yang ia ucapkan”. [Ad-Da’ wa ad-Dawa’ halaman 191 oleh al-Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah].

Sudah menjadi rahasia umum, sekarang ini banyak tetangga yang tidak merasa aman dari tetangganya yang lain atau shahabat yang tidak merasa nyaman dari shahabat lainnya. Atau juga didapati seseorang tidak merasa aman dan kerasan dari kakak atau adiknya bahkan dari orang tuanya, atau juga seseorang dari anak, menantu atau mertuanya. Atau juga guru tidak merasa aman dan nyaman dari muridnya dan begitupun sebaliknya. Atau juga pemimpin dari rakyatnya atau rakyat dari pemimpinnya, dan sebagainya. Mereka saling curiga dan waspada akan kejahatan amal atau ucapan satu dari lainnya. Jika segala perilaku seseorang saja dapat menimbulkan penilaian negatif dari orang lain maka bagaimana jika ia melakukan suatu perbuatan yang buruk atau mengucapkan suatu perkataan yang keliru, tentu akan lebih fatal lagi akibatnya.

Oleh sebab itu, di antara mereka ada yang khawatir segala keburukannya mendapatkan cercaan atau celaan dari selainnya dan takut menjadi bahan gunjingan (objek ghibah) sesamanya. Sehingga sebahagian mereka ada yang berusaha meninggalkan dan menanggalkan berbagai kesalahan dan dosa itu karena takut menjadi bahan pembicaraan orang lain. Atau ada juga diantara mereka yang mengerjakannya secara sembunyi-sembunyi. Lalu kalau begitu, apatah artinya menjauhkan diri dari berbagai aib jika bukan karena Allah Subhanahu wa ta’ala?.

Meninggalkan berbagai kemungkaran adalah suatu keharusan, tetapi membuat orang lain tidak aman dan nyaman dari sebab khawatir keburukannya disebarluaskan orang lain adalah hal yang juga patut direnungkan dan diperhitungkan. Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah menerangkan bahwasanya orang yang tidak membuat rasa aman kepada orang lain, misalnya kepada tetangga, kerabat, teman atau lainnya maka ia adalah orang yang tidak sempurna keimanannya dan tidak akan masuk ke dalam surga serta mendapatkan kedudukan yang paling buruk di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana telah dituangkan di dalam beberapa hadits berikut ini,

Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu bahwasanya Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk ke dalam surga, seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatan-kejahatannya”. [HR al-Bukhori di dalam al-Adab al-Mufrad: 121 dan shahihnya: 6016, Muslim: 46 dan al-Hakim: 21 Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih, lihat Shahiih al-Adab al-Mufrad: 89, Mukhtashor Shahih Muslim: 33, Shahih al-Jami’ ash-Shagiir: 7675, Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah: 549 (II/ 82)].

Di dalam shahih al-Bukhoriy dari Abu Syuraih radliyallahu anhu bahwasanya Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Demi Allah tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman”. Ditanyakan kepada Beliau, “Siapakah dia wahai Rosulullah?”. Beliau bersabda, “Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatan-kejahatannya”.



*Artikel ini dikutip dari: https://cintakajiansunnah.wordpress.com/tag/kisah-seorang-wanita-yang-rajin-beribadah-namun-suka-mengganggu-tetangganya-dengan-lisannya-maka-ia-akan-masuk-neraka/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar