Syar'i with Blue on the Black Wall

Top to Down : Armalaa's Collection
Taken by : Okta Hari Mulya
Creative : ETIKA & ESTETIKA photo Concept
Ideas : Above the Black Stone, You will be contrast



MENGHIJABI HATI
Inspiring Story by Me











(#LetsTalkAboutHijab). Seorang wanita cantik jelita yang tak lain adalah teman sekelasku di kampus, mendatangiku...
"El, aku mau menjemput hidayah," katanya.
"Maksudnya gimana?"
"Ya aku mau berubah, El. Sebenarnya sih hidayah itu bisa didapatkan di mana aja kan El? Tergantung niatnya lagi. Aku merasa sangaaat malu kalau dadaku terlihat, El. Rasanya tu kayak nggak pakai jilbab aja, padahal ya pakai walaupun belum syar'i. Makanya nih, sekarang aku mau ketemu kamu untuk curhat," akunya.
"Oh gituuu.. silahkan, silahkan! Aku senang nih kamu udah datang ke sini."

Awalnya, aku fikir ia akan langsung menceritakan tentang Kemudian ia menceritakan tentang seorang laki-laki yang sudah bertahun-tahun mengusik hatinya. Aku terus mendengarkan ceritanya dengan seksama. Laki-laki yang diceritakannya itu ternyata teman SMAnya dan sekarang sekampus juga dengan kami, tapi berbeda fakultas. Ceritanya itu berujung pada kebimbangan tentang bagaimana sikapnya seharusnya ke pada laki-laki 'pemberi harapan' itu.

"Gini Say, aku akan menceritakan tentang pengalamanku dan silahkan kamu ambil apa pelajarannya dari ceritaku ini," dan..mulailah aku menuturkan pengalamanku karena aku sudah pernah berada di sana dan sekarang udah khatam dengan hal-hal semacam itu.
"Ohh... gitu ya El. Aku pun sempat mikirin hal itu sih."

"Memang begitu. Kebanyakan mereka yang pacaran itu memang susaaah banget dinasehati. Dan, ternyata bukan hanya yang pacaran aja, tapi yang menjalin hubungan dengan dengan lawan jenis pun hatinya sama-sama sudah tidak khusyuk lagi. Awal aku hijrah itu ketika aku mendengar nasehat ini; 'Hijab hati itu adalah perkara yang paling mendasar sekali di dalam Islam' saat itu aku berfikir gini; 'Ya Allah, untuk yang dasar saja aku belum selesai, bagaimana mungkin aku bisa melaksanakan perintah-Mu yang lain yang lebih besar?' akhirnya ku putuskan untuk hirah dan menjaga hati," jelasku.

"Nah... menjaga hati itu gimana sih sebenarnya El?"
"Banyak orang yang salah mengartikan. Ada yang mengartikannya sebagai bentuk kesetiaan kepada orang yang dicintainya dari jarak jauh, tidak ada komunikasi intens tapi sudah mengantongi komitmen. Padahal bukan itu loh! Menjaga hati itu ya murni menyerahkan hati kita untuk Allah. Simpelnya begini, ada 2 pertanyaan untuk mengukurnya; 1. Bagaimana perasaanmu ketika tiba-tiba mendengar si dia menikah? Kalau kamu biasa aja dan tidak terlalu sedih, berarti hatimu sudah berhasil merdeka darinya. 2. Bagaimana kalau sekarang kamu dilamar oleh laki-laki lain? Apakah kamu masih mengharapkan laki-laki tadi dan ingin sekali menolak lamaran laki-laki ini tanpa alasan syar'i? Kalau tidak, berarti hatimu udah terjaga. Waktu aku belajar melepaskannya dulu, aku berdoa kepada Allah; 'Ya Allah, aku nggak mau menghalangi takdir-Mu yang indah karena aku telah menciptakan takdirku sendiri dengan jalan yang salah. Aku yakin, akan ada pilihan terbaik dari-Mu'. Dan, alhamdulillah sampai sekarang dan semoga sampai seterusnya hatiku tetap terjaga."

"Hemmm...intinya, aku harus benar-benar menjauhinya ya El mulai sekarang. Nggak SMSan, nggak BBMan atau apapun yang bisa mendekatkan aku lagi dengannya. Dan, doakan aku ya El, aku pengen banget berjilbab syar'i. Tapi masih nyicil-nyicil dulu nih beli rok, soalnya kebanyakan yang ku punya ini celana jeans."
"Amiin ya Allah. Iya, diangsur aja dulu. Yang penting niatnya dimantapin. Insya Allah."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar