Syar'i with Purple and See Around's Pose

Location : SKA Co Ex, and Benteng's Hotel, Pekanbaru City, Riau-Indonesia
Top to Down : Armalaa's Collection
Taken by : Nilam Meytha Wardani
Creative : ETIKA & ESTETIKA photo Concept
Ideas : Every Girl dreams to be Wife and Happy in life




KAKIMU JUGA AURAT
Inspiring Story by me









(#LetsTalkAboutHijab). Durasi KKN (Kuliah, Kerja Nyata) selama 2 bulan ini memang penuh ujian. Terutama tentang bagaimana caranya menghargai pendapat teman yang berbeda dan bagaimana menyamakan perbedaan, jika memang baik untuk disamakan. Dan... pada suatu hari, Sulti bertanya kepadaku...  

"Eh, kenapa sih si Yaya itu pakai kaus kaki terus?" 
GLEKKK! Aku pernah juga memprediksi keheranan teman-teman seposko terhadap kebiasaan Yaya tersebut. Sekalipun aku belum seteguh Yaya, tapi sebagai orang yang lebih faham, aku merasa wajib menjelaskannya kepada Sulti. 
"Yaaa... Karena dia ingin menutup auratnya. Kan di posko kita ada cowoknya juga."
"Iya, tapi kan itu sedang di rumah."
"Mau di rumah, mau di luar, tetap aja aurat kita harus dijaga kalau ada non mahram," jelasku.
"Dia kan udah berjilbab. Lebar juga jilbabnya, tapi masa kaki pun harus pakai kaus kaki terus sih?"
"Iya, karena kaki juga termasuk aurat."

"MASA IYAAA?"
Hemmm... gimana ya Allah caraku memberikan pemahaman kepada Sulti? Tunjukkan padaku caranya... pintaku dalam hati.
"Yuk, kita ingat-ingat lagi hadist Rosulullah yang bunyinya; 'Seluruh tubuh wanita adalah aurat. Kecuali ini dan ini'. Tahu kan Rosulullah nunjuk apa aja?" tanyaku, memancingnya.
"Muka dan Telapak Tangan."
"Nah, itu dia jawabannya. Thats why she wear it!"
"Emangnya ada gitu laki-laki yang bernafsu kalau ngelihat tapak kaki cewek? Lagian kan repot kalau setiap saat harus pakai kaus kaki," sanggahnya lagi.

"Sulll.. gini yaaa. Perintah  Allah itu adalah satu untuk selamanya. Kalau udah dibilang bahwa kaki kita adalah aurat, perintah itu akan tetap begitu sampai kiamat sekalipun. Nggak akan berubah sekalipun zaman dan kebiasaan manusianya berubah," jelasku, lembut.
"Ohhh... gituuuuuuu."
Memang, tidak selamanya apa yang kita jelaskan bisa diterima oleh orang lain. Tapi, bukankah lebih baik menjelaskan dan tidak diterima daripada diam dan tidak ada yang bisa dijelaskan?

Berhijab adalah sebuah PERJALANAN dan PEMBELAJARAN. Kalau ada yang merasa dirinya sudah mantap dengan hijabnya yang saat ini, kemungkinan ia sedang takabur. Karena, sesempurnanya hijab wanita adalah kesempurnaannya menjaga raga dan jiwa.

*Semoga menginspirasi ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar