
KAKIMU JUGA AURAT
Inspiring Story by me
(#LetsTalkAboutHijab). Durasi KKN (Kuliah, Kerja Nyata) selama 2 bulan ini memang penuh ujian. Terutama tentang bagaimana caranya menghargai pendapat teman yang berbeda dan bagaimana menyamakan perbedaan, jika memang baik untuk disamakan. Dan... pada suatu hari, Sulti bertanya kepadaku...
"Eh, kenapa sih si Yaya itu pakai kaus kaki
terus?"
GLEKKK! Aku pernah juga memprediksi keheranan
teman-teman seposko terhadap kebiasaan Yaya tersebut. Sekalipun aku belum
seteguh Yaya, tapi sebagai orang yang lebih faham, aku merasa wajib
menjelaskannya kepada Sulti.
"Yaaa... Karena dia ingin menutup auratnya.
Kan di posko kita ada cowoknya juga."
"Iya, tapi kan itu sedang di rumah."
"Mau di rumah, mau di luar, tetap aja aurat
kita harus dijaga kalau ada non mahram," jelasku.
"Dia kan udah berjilbab. Lebar juga jilbabnya,
tapi masa kaki pun harus pakai kaus kaki terus sih?"
"Iya, karena kaki juga termasuk aurat."
"MASA IYAAA?"
Hemmm... gimana ya Allah caraku memberikan
pemahaman kepada Sulti? Tunjukkan padaku caranya... pintaku
dalam hati.
"Yuk, kita ingat-ingat lagi hadist Rosulullah
yang bunyinya; 'Seluruh tubuh wanita adalah aurat. Kecuali ini dan ini'. Tahu
kan Rosulullah nunjuk apa aja?" tanyaku, memancingnya.
"Muka dan Telapak Tangan."
"Nah, itu dia jawabannya. Thats why she wear
it!"
"Emangnya ada gitu laki-laki yang bernafsu
kalau ngelihat tapak kaki cewek? Lagian kan repot kalau setiap saat harus pakai
kaus kaki," sanggahnya lagi.
"Sulll.. gini yaaa. Perintah Allah itu
adalah satu untuk selamanya. Kalau udah dibilang bahwa kaki kita adalah aurat,
perintah itu akan tetap begitu sampai kiamat sekalipun. Nggak akan berubah
sekalipun zaman dan kebiasaan manusianya berubah," jelasku, lembut.
"Ohhh... gituuuuuuu."
Memang, tidak selamanya apa yang kita jelaskan bisa diterima oleh orang lain. Tapi, bukankah lebih baik menjelaskan dan tidak diterima daripada diam dan tidak ada yang bisa dijelaskan?
Berhijab adalah sebuah PERJALANAN dan PEMBELAJARAN. Kalau ada yang merasa dirinya sudah mantap dengan hijabnya yang saat ini, kemungkinan ia sedang takabur. Karena, sesempurnanya hijab wanita adalah kesempurnaannya menjaga raga dan jiwa.
*Semoga menginspirasi ya.
Berhijab adalah sebuah PERJALANAN dan PEMBELAJARAN. Kalau ada yang merasa dirinya sudah mantap dengan hijabnya yang saat ini, kemungkinan ia sedang takabur. Karena, sesempurnanya hijab wanita adalah kesempurnaannya menjaga raga dan jiwa.
*Semoga menginspirasi ya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar