Azlina and Her Syar'i Style

Location : Football Yard of FKIP University of Riau, Indonesia
Special Guest : Nur Azlina Oktavianti
Outfit : Azlina's Collection
Photographer : Armalaa
Creative : ETIKA & ESTETIKA photo Concept
Ideas : You and Nature are the Perfect Majesty



KONTEMPLASI HATI
Inspiring Story by : Azlina












(#LetsTalkAboutHijab). Sekawanan angin lembut mendobrak lembaran daun yang tergantung di ranting pohon, dan akhirnya turut menerpaku yang tengah berada di dalam Masjid Arfa’unnas dengan nuansa putih abu-abu khas. Sang angin masih berputar-putar dengan jahilnya menyentuh kerudung kakak-kakak yang sore ini menyambut kehadiran kami –mahasiswa baru FKIP 2012. Perlahan kerudung yang menjulur di balik punggung itu pun terangkat naik turun dipermainkan angin. Ah, pemandangan berbeda bagi mata. Begitu sejuk dan teduh. Damai dan tentram. 

Sesampainya di rumah, aku masih terpukau dengan aura keanggunan yang melekat dengan mereka, hijab, itulah alasannya. Aku mulai tersentuh dan ingin belajar secara utuh. Seiring waktu yang bergulir, aku perlahan berubah. Jilbab yang semula sebahu, perlahan mulai aku julurkan hingga mengenai lenganku. Alhamdulillah, damainya berbeda. Aku sadar benar kalau terkadang kelakuanku masih belum sempurna, ya, tak sesempurna hijabku. Namun, kelak aku bersyukur, karena hijab inilah yang menjagaku. Hijab ini yang seolah memperingatkanku dengan keras bila tingkahku mulai tak selaras.

Menjadi muslimah secara kaaffah memang tak mudah, namun bukan pula perkara payah tatkala niat hijrah telah jadi arah. Maka nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan? Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita. Maka nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan? Bidadari-bidadari yang dipelihara di dalam kemah-kemah. (QS. Ar-Rahmaan; 69-72) Karena bidadari itu terjaga (lagi dijaga) –ia adalah perhiasan dunia yang mahal harganya. 

Tahukah mengapa kuntum di padang bunga begitu indah? Karena kuncup-kuncup tersebut mekarnya dalam jamaah. Semoga kita salah satu kuncup bunga di surga kelak, dinda. 
*Pekanbaru, 8 November 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar